Minggu, 23 Desember 2012

LARUTAN



LARUTAN
Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut, misalnya terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran pelarut yang saling bercampur (FI IV hal 15).
larutan terjadi jika sebuah bahan padat tercampur atau terlarut secara kimia maupun fisika ke dalam bahan cair. Larutan dapat digolongkan menjadi larutan langsung (direct) dan larutan tidak langsung (indirect).
v  Larutan langsung adalah larutan yang terjadi karena semata-mata peristiwa fisika, bukan peristiwa kimia. Misalnya, NaCl dilarutkan ke dalam air atau KBr dilarutkan ke dalam air, jika pelarutnya (air) diuapkan, maka NaCl atau KBr akan diperoleh kembali.
v  Larutan tidak langsung adalah larutan yang terjadi semata karena peristiwa kimia, bukan peristiwa fisika. Misalnya jika Zn ditambahkan H2SO4 maka akan terjadi reaksi kimia menjadi larutan ZnSO4 yang tidak kembali menjadi Zn dan H2SO4.
Suatu larutan dapat pula digolongkan menjadi larutan mikromolekuler, miseler , dan mikromolekuler.
*      Larutan makromolekuler adalah suatu kelarutan yang secara keseluruhannya mengandung mikrounit yang terdiri atas molekul atau ion, seperti alcohol, gliserin, ion natrium, dan ion klorida dengan ukuran 1-10 A.
*      Larutan miseler adalah suatu larutan yang mengandung bahan padat terlarut berupa agregat (misel) baik dalam bentuk molekul atau ion. Jadi, larutan miseler dapat dianggap sebagai larutan perserikatan koloid.
*      Larutan makromolekuler adalah larutan yang mengandung bahan padat terlarut berupa larutan mikromolekuler, tetpi ukuran molekul atau ionnya lebih besar dari mikromolekuler, misalnya larutan PGA, larutan CMC, larutan albumin, dan larutan polivinil pirolidon (Ilmu resep, hal 81).

Bentuk sediaan larutan digolongkan menurut cara pemberiannya, misalnya Larutan oral, Larutan topikal, atau penggolongan didasarkan pada sistem pelarut dan zat terlarut seperti Spirit, Tingtur, dan larutan air. Larutan yang diberikan secara parenteral disebut Injeksi
Berdasarkan cara pemberian obat ;
a.     Oral
Larutan oral adalah sediaan cair yang dibuat untuk pemberian oral, mengandung satu atau lebih zat dengan atau tanpa bahan pengaroma, pemanis atau pewarna yang larut dalam air atau campuran kosolven-air (FI IV, hal 15).
Berdasarkan cara pemberian oral dilakukan dengan cara masuk melalui mulut dengan tujuan mencegah, mengobati, mengurangi rasa sakit sesuai dengan efek terapi dari jenis obat.
v  Keuntungan pemberian secara oral ; relatif aman, praktis, ekonomis.
v  Kerugian  pemberian secara oral ; timbul efek lambat; tidak  bermanfaat  untuk pasien  yang sering muntah, diare, tidak sadar, tidak kooperatif ; untuk obat  iritatif dan rasa  tidak  enak  penggunaannya  terbatas; obat  yang  inaktif / terurai  oleh  cairan lambung / usus  tidak  bermanfaat (penisilin G, insulin) ; obat  absorpsi  tidak  teratur. Untuk  tujuan  terapi serta efek  sistematik yang dikehendaki, penggunaan  oral  adalah yang  paling  menyenangkan  dan murah, serta  umumnya  paling  aman.

Obat - obat diberikan secara oral dalam bentuk sediaan farmasi yang beragam, masing-masing dengan keuntungan terapeutik yang mengakibatkan penggunaannya yang selektif oleh dokter.Bentuk yang paling populer adalah tablet, kapsul suspense dan berbagai larutan sediaan farmasi.

Contoh obat secara oral ;
1)      Obat kumur (gargarisma) adalah pencegahan sediaan berupa larutan, umumnya dalam larutan pekat yang harus diencerkan lebih dahulu, sebelum digunakan di maksudkan untuk digunakan sebagai pencegahan atau pengobata infeksi tenggorokan atau jalan nafas.
2)      Potiones (obat minum)
Adalah larutan yang dimaksudkan untuk pemakaian  dalam (per oral).


3)      Sirop
Adalah larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain dalam kadar  tinggi (sirop simpleks adalah sirop yang hampir  jenuh dengan sukrosa).
4)      Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari bahan obat yang dimasukkan dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut.
5)      Tablet adalah sediaan padat yang mengandung bahan obat dengan bahan tambahan lain.
6)      Gliserin atau sorbitol dapat digunakan untuk menghambat penghabluran dan untuk mengubah kelarutan, rasa, dan sifat lain zat pembawa. Umumnya juga ditambahkan antimikroba untuk mencegah pertumbuhan bakteri, jamur dan ragi.
7)      Eliksir
Adalah larutan oral yang mengandung etanol sebagai kosolven (pelarut). Untuk mengurangi kadar etanol yang dibutuhkan untuk pelarut, dapat  ditambahkan kosolven lain seperti gliserin dan propilen glikol.
8)      Netralisasi
Adalah obat minum yang di buat dengan mencampurkan bagian, asam dan bagian basa sampai reaksi selesai dan larutan bersifat netral. Contohnya ; Solutio Citralis Magnesici, Amygdalat Ammonicus.
9)      Saturatio
Adalah obat minum yang dibuat dengan mereaksikan asam dengan basa tetapi gas yang terbentuk ditahan dalam wadah sehingga larutan menjadi jenuh dengan gas.
10)  Potio Effervescent
Adalah soturatio dengan gas CO2  yang lewat jenuh.
11)  Guttae(obat tetes) adalah sediaan cair berupa larutan, emulsi atau, suspense yang jika yidak dinyatakan lain, dimaksudkan untuk obat dalam. Digunakan dengan cara meneteskan larutan tersebut dengan menggunakan penetes yang menghasilkan tetesan yang setara dengan tetesan yang dihasilkan penetes baku yang disebutkan dalam farmakope Indonesia(47,5-52,5 mg air suling pada suhu 20o C). biasanya obat diteteskan kedalam makanan atau minuman atau dapat langsung diteteskan kedalam mulut.
12)  Guttae oris (obat tetes mulut)
Adalah obat tetes yang digunakan untuk mulut dengan cara  mengencerkan lebih dahulu dengan air  untuk dikumur-kumurkan, tidak untuk ditelan.
13)  Obat cuci mulut adalah larutan pekat dalam air yang mengandung deodoran, antiseptic, anestetik, anestetik lokal, dan adstringensia yang digunakan untuk obat cuci mulut.


b.  Topikal / Lokal
Larutan topikal adalah larutan yang biasanya mengandung air tetapi seringkali mengandung peralut lain, seperti etanol dan poliol, untuk penggunaan  topikal pada kulit, atau dalam hal larutan Lidokain Oral Topikal, untuk penggunaan pada permukaan mukosa mulut.

Contoh obat Topikal ;
1)      Tetes mata (guttae ophthalmiceae)
Adalah sediaan steril berupa larutan atau suspensi  digunakan pada mata dengan cara meneteskan obat pada selaput lendir mata.
2)      Tetes telinga (guttae auriculatis)
Adalah obat tetes yang digunakan dengan cara meneteskan pada telinga, untuk mengobati bagian dalam dan lubang telinga.
3)      Tetes hidung (guttae nasales)
Adalah obat tetes yang digunakan dengan cara meneteskan obat ke dalam rongga hidung.
4)      Guttae (obat tetes)
5)      Salep (unguenta)
Adalah sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Bahan obatnya larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok.
6)      Salep mata (unguenta ophthalmica) salep steril untuk pengobatan mata dengan menggunakan dasar salep yang cocok.
7)      Supositoria adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk yang diberikan malalui rektal, vagina atau uretra.
8)      ephithema (obat kompres)
9)      Lotions
10)  Lotio (obat gosok)
Adalah sediaan cair yang berupa suspensi atau dispersi, digunakan sebagai obat luar.





c.   Parenteral
Adalah sediaan steril berupa larutan, emulsi, suspense, serbuk yang dilarutkan atau disuspensikan dulu sebelum digunakan dengan cara disuntikkan kedalam kulit, melalui kulit, atau selaput lender dan juga langsung ke pembuluh darah.
Contoh obar parenteral ;
1)      Infuse intrsvena adalah berupa cairan tanpa tekanan istimewa melalui pembuluh darah atau rongga badan.
2)      Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit, sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme alami atau liar.
3)      Serum
4)      Perbolus(prinsif sama dengan intravena)

v  Keuntungan  pemberian secara parenteral ; efek timbul lebih cepat dan teratur, dapat untuk pasien yang tidak sadar, sering muntah, diare, dapat diberikan pada penderita kooperatif; dapat untuk obat yang mengiritasi lambung; dapat menghindari kerusakan obat di saluran cerna dan hati.
v  Kerugian pemberian secara parenteral ; kurang aman, tidak disukai pasien, berbahaya (suntikan – infeksi).
Istilah injeksi termasuk semua bentuk obat yang digunakan secara parentral, termasuk infus. Injeksi dapat berupa larutan, suspensi, atau emulsi. Apabila obatnya tidak stabil dalam cairan, maka dibuat dalam bentuk kering. Bila mau dipakai baru ditambah aqua steril untuk memperoleh larutan atau suspensi injeksi.


d.   Vaginal
Obat yang cara pemberiannya dengan memasukkan obat melalui vagina, yang bertujuan untuk mendapatkan efek terapi obat dan mengobati saluran vagina atau serviks. Obat ini tersedia dalam bentuk krim dan suppositoria yang digunakan untuk mengobati infeksi lokal. Bentuknya hampir sama dengan obat rektal.


Contoh obat vaginal ;
1)    Keputihan atau jamur.
2)    Tingtur adalah larutan mengandung etanol atau hidroalkohol dibuat dari bahan tumbuhan atau senyawa kimia.
3)    Douche adalah larutan air yang dimasukkan dengan suatu alat kedalm vagina, baik untuk pengobatan maupun pembersihan. Oleh karena itu, larutan ini mengandung bahan obat atau antiseptik.
4)    Spirit adalah larutan yang mengandung etanol atau hidroalkohol dari zat mudah menguap, umumnya merupakan larutan tunggal atau campuran bahan. Beberapa spirit digunakan sebagai bahan pengaroma, yang lain memiliki makna pengobatan.

0 Comment:

Posting Komentar

Pages

Total Pengunjung

kursor

Labels

Label

Pages

Blogger Tricks

Blogger templates

Recent Post

Pages

WahidNgalam. Diberdayakan oleh Blogger.

Search