Minggu, 23 Desember 2012

BAHAN BAHAN PENGAWET SEDIAAN LIQUIT


Macam-macam bahan pengawet :
·         Berbagai Jenis Pengawet yang biasanya digunakan dalam dunia Farmasi, baik yang ditujukan untuk pemakaian dalam maupun utuk pemakaian luar.

Nama Pengawet
Prosentase Penggunaanya
OTT ( Incompatibilities )
Methylparaben
0,05 – 0,25% untuk penggunaan kometik dan makanan, untuk obat parental menggunakann presentase 0,02 – 0,18%, jika dkombinaksikan dengan propilen glikol maka memerlukan 2-5%.
Approxi mately 80% dari total metilparaben yang digunakan, propile glikol ( 30% ), sangat sulit bereaksi dengan gologan alkil dan  asam kuat.
Benzoic Acid
Biasanya berekasi dengan golongan alkil atau sebagian metals.
Untuk presentatif dan bakteriostat biasaya menggunakan 2,5 – 4,5%, tapi untuk tingkat tingi bisa menggunakan kombinasi dengan asam salisilat.
Benzyl Alcohol
Untuk preparasi menggunakan 2%, untuk obat mata menggunakan 0,9%, solubilizer (5% atau kurang) dalam inyakpreparasi atau dalam akuadest.
Polypropilen klorid, agen oksidasi dan asam kuat, garam, polisorbat, hidroksibenzoat, metilselulose, propil klorid.
Butylparaben
Approximattely 0,1% untuk peggunaan dalam makanan, obat, dan kosmetik maka perlu adanya kombinasi degan aster dari asam parahydroxybenzoic atau dengan agen antimikroba.
Golongan sulfaktans, akil dan asma kuat.
Betonite
Sebagai agen pensuspensi: 0,5-5,0%, sebagai  stabilitas emulsi: 1,0%, sebagai absobsi: 1,0 – 2,0%
Tidak bereaksi dengan asam hidroklorid.
Propylparaben


Sucrose
Sirup 50-67%, tablet chewable 2-20%
Tidak bercampur dengan asam sakorbat.
Sodium Benzoate
Antifungi dan antibakteri 0,1%
Tidak tercampur dengan garam kalsium, merkuri.
Portassium sorbate
Sama dengan asam askorbat, tetapi potassium sorbet lebih larut dalam air.
-
Benzalkonium chloride
Untuk pengawet pada mata digunakan dengan kadar 0,01-0,02%, mungkin dapat digunakan lebih efektif terhadap bakteri peseudomonas jika digunaka dengan polimiksir betasulfat, pengawet pada hidung atau nasal 0,002-0,02% pada pengawet parenteral 0,01%
Nitrat, permanganate, alumunium kaoli, fluor, hydrogen peroksida, sulfunamit, dan protein.
Chlorobutanol
Digunnaka pada sediaan mata dan parentral dengan kosentrasi 0,5%
Tidak cocok untuk sediaan vial/suntik,, magnesium, insihcate, CMC, polisorbat.
Chlorocresol
Untuk ijeksi 0,1%, krim atau lotion 0,1-0,2%
Tidak larut dalam kalsium klorida
Etylparaben
Etylparaben tunggal/dikombinasikan dengan ester dari asam hidroksibenzoat dappat digunakan untuk pengawet pada kosmetik, atau sediaan farmasi.
-

Sumber : ( Ansel Edisi  dan Handbook Of PHARMACEUTICAL EXCIPIENTS )
Tambahan :
·         Asam propionate (natrium propinoat atau kalsium propinoat) sering digunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau kapang.Untuk bahan tepung terigu, dosisi maksimum yang digunakan adalah 0,32% atau 3,2 gram/kg badan, sedangkan untuk bahan dari keju, dosis simaksimum sebesar 0,3 atau 3 gram /kg bahan.
·         Bleng
Merupakan larutan garam fosfat, berbentuk kristal, dan berwarna kekuning-kuningan. Bleng banyak mengandung unsur boron dan beberapa mineral lainnya. Penambahan bleng selain sebagai pengawet pada pengolahan bahan pangan terutama kerupuk, juga untuk mengembangkan dan mengenyalkan bahan, serta memberi aroma dan rasa yang khas. Penggunaannya sebagai pengawet maksimal sebanyak 20 gram per 25 kg bahan. Bleng dapat dicampur langsung dalam adonan setelah dilarutkan dalam air atau diendapkan terlebih dahulu kemudian cairannya dicampurkan dalam adonan
·         Garam dapur (natrium klorida)
Garam dapur dalam keadaan murni tidak berwarna, tetapi kadang-kadang berwarna kuning kecoklatan yang berasal dari kotoran-kotoran yang ada didalamnya. Air laut mengandung + 3 % garam dapur. Garam dapur sebagai penghambat pertumbuhan mikroba, sering digunakan untuk mengawetkan ikan dan juga bahan-bahan lain. Pengunaannya sebagai pengawet minimal sebanyak 20 % atau 2 ons/kg bahan.

·         Nitrit dan Nitrat
Terdapat dalam bentuk garam kalium dan natrium nitrit. Natrium nitrit berbentuk butiran berwarna putih, sedangkan kalium nitrit berwarna putih atau kuning dan kelarutannya tinggi dalam air. Nitrit dan nitrat dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan ikan dalam waktu yang singkat. Sering digunakan pada danging yang telah dilayukan untuk mempertahankan warna merah daging. Jumlah nitrit yang ditambahkan biasanya 0,1 % atau 1 gram/kg bahan yang diawetkan. Untuk nitrat 0,2 % atau 2 gram/kg bahan. Apabila lebih dari jumlah tersebut akan menyebabkan keracunan. Oleh sebab itu pemakaian nitrit dan nitrat diatur dalam undang-undang. Untuk mengatasi keracunan tersebut maka pemakaian nitrit biasanya dicampur dengan nitrat dalam jumlah yang sama. Nitrat tersebut akan diubah menjadi nitrit sedikit demi sedikit sehingga jumlah nitrit di dalam daging tidak berlebihan.









0 Comment:

Poskan Komentar

Pages

Total Pengunjung

kursor

Labels

Label

Pages

Blogger Tricks

Blogger templates

Recent Post

Pages

WahidNgalam. Diberdayakan oleh Blogger.

ARCHIVE BLOG

Search

Memuat...